SEMILOKA BERCERITA DI SEKOLAH MINGGU

26 Aug

Manfaat Cerita Bagi Anak

Semiloka diawali dengan sharing seputar manfaat cerita bagi anak. Dari hasil sharing, disimpulkan bahwa manfaat cerita atau dongeng meliputi: (1) Menjalin komunikasi yang akrab. Melalui bercerita terjalin komunikasi antara anak dengan guru atau orangtua. Komunikasi yang terjadi bahkan berkualitas karena berlangsung secara dua arah atau dialogis. (2) Merangsang dan mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Cerita atau dongeng mampu mendorong dan melambungkan imajinasi anak ke dunia fantasi tanpa batas. Imajinasi pada batas-batas tertentu berkaitan dengan kreativitas. (3) Membantu anak belajar keteladanan. Melalui dongeng anak belajar perilaku tokoh yang ada dalam dongeng dan dengan demikian mendorong anak untuk meniru perilaku yang baik dari tokoh dalam cerita; (4) Membantu belajar berbahasa dengan benar. Bercerita dan mendongeng merangsang perkembangan bahasa; (5) Anak mendapat informasi baru/belajar kognitif; (6) Anak belajar karakter emosi seperti sedih, mengharuskan, marah atau tokoh-tokoh lucu yang tingkahnya membuat orang tertawa; (7). Proses identifikasi. Melalui cerita dengan tokoh-tokoh tertentu anak bisa melakukan ientifikasi (misalnya kancil cerdik, Bawang Merah yang rendah hati; Bawang Putih yang congkak, dll); (8) Belajar kemampuan motorik. Dari segi fisik dan motorik, anak dapat mengembangkan keterampilan fisiknya dengan mengikuti gerakan atau gambar di buku; (10) Memberi hiburan; (11) Terapi; (12) mengembangkan kecerdasan IQ dan EQ. Diskusi disertai dengan peragaan (praktik) dan animasi fungsi otak kiri dan otak kanan.

Dalam bercerita atau mendongeng, sebenarnya anak-anak mengalami apa disebut “kebahagiaan dramatik”. Kebahagiaan dramatic adalah rasa bahagia yang timbul di hati ita dan pendengar karena mendengar cerita yang disampaikan. Kebahagiaan ini muncul karena plot cerita yang tersusun baik dan pesan yang dibahasakan secara menarik dan komunikatif melalui kata-kata, intonasi suara, mimic maupun bahasa tubuh lainnya.

Susunan Cerita

Susunan cerita penting agar cerita dapat dipahami, menarik dan pesan cerita “sampai”. Cerita yang baik terdiri dari: Pesan; 2) Visi atau nilai-nilai moral (kasih, adil, jujur, berani dll); 3) Tema dan ringkasan cerita (sinopsis), 4) pelaku, 5) ending dan 6) judul cerita. Struktur cerita terdiri dari prolog (pendahuluan), isi cerita dan epilog. Meski demikian, dalam bercerita susunan perlu didukung mimik, gerak tubuh, dan teknik suara (misalnya meniru ayam berkokok, suara kakek, dll.) agar cerita menjadi hidup.

Penampilan Guru di Sekolah Minggu

Di samping persiapan, penampilan guru di Sekolah Minggu adalah hal yang perlu disimak. Sebaiknya guru mengenakan busana dan riasan yang tidak mengalihkan perhatian anak-anak Sekolah Minggu. Hati yang gembira karena persiapan yang baik serta komitmen terhadap anak-anak Sekolah Minggu akan tercermin dalam proses bercerita. Proses bercerita juga menuntut bagaimana menyiasati anak bermasalah (misalnya pendiam, tukang ganggu, hiperaktif).

Komitmen Baru

Menutup Semiloka dan sekaligus proses evaluasi, serangkaian komitmen baru diungkapkan oleh peserta, antara lain:

1. Lebih mempersiapkan diri, menguasai materi sebelum melayani

2. Giat membagikan cerita Alkitab kepada anak-anak;

3. Datang lebih tepat waktu, sevisi dengan guru Sekolah Minggu lainnya dalam meningkatkan kemampuan dan kreativitas;

4. Lebih mengerti tentang cara berekspresi dalam bercerita dan menambah wawasan dalam melayani;

5. Berusaha lebih bersungguh-sungguh dalam pelayanan;

6. Pelayan yang lebih setia dan takut akan Tuhan;

7. Belajar dan berusaha lebih keras untuk bercerita dan berekspresi

8. Lebih bersungguh-sungguh lagi dalam melayani adik-adik SM;

9. Lebih baik dalam melayani, kreatif dan membuat anak-anak selalu rindu untuk beribadah kepada Tuhan;

10. Lebih dalam mempelajari tentang tugas-tugas guru SM selaku pelayan;

11. Memberikan lebih dan lebih kepada anak SM degan tulus;

12. Memberi sepenuh hati bagi adik-adik SM.

Semiloka ini diselenggarakan pada Sabtu, 1 Mei 2010, pukul 09.00-15.00 WIB, diikuti 19 guru Sekolah Minggu dari gereja-gereja di Jabotabek (perempuan 18 orang, laki-laki 1 orang) bertujuan antara lain: Memperlengkapi guru Sekolah Minggu dengan pemahaman tentang manfaat cerita bagi anak-anak; memperlengkapi guru Sekolah Minggu dengan pemahaman tentang unsure-unsur cerita; memperlengkapi guru Sekolah Minggu dengan keterampilan bercerita: teknik suara, mimik dan bahasa tubuh, penampilan, plot cerita, klimaks, dan pilihan kata. Fasilitator Semiloka adalah Yuvensius Yudi Ramdoyo. (RH).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: